Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Surprise di Hari Ulang Tahun

Surprise di Hari Ulang Tahun

Siang itu Selasa 9 Oktober 2018, anak-anak berhasil membuat aku marah, terluka, menangis dan bahagia. Pokoknya perasaan itu bercampur seperti permen nano-nano dalam hatiku.

Saat itu, aku ada jam terakhir mengajar di kelas 8-1. Tiba-tiba aku diingatkan akan tugas laporan praktikum Putri Malu oleh anak. Aku meminta anak mengumpulkan tugas itu. Tapi saat itu yang mengumpulkan hanya satu kelompok. Sisanya mereka bilang belum, dengan alasan putri malunya susah di cari.

Mendengar itu, entah kenapa aku tidak marah. Mungkin memang susah mencari putri malunya dan ditambah kondisi badanku yang kurang sehat beberapa hari ini. Jadi aku enggan untuk marah.

Aku melihat di meja guru ada buku dan lembaran tugas punya Pa Yaya. Aku meminta anak untuk mengantarkannya ke Pa Yaya.

"Ini buku Pa Yaya, tolong antarkan. Pasti beliau mencari buku ini".

"Ohh iya Bu. Biar sama saya saja", ucap seorang anak. Aku tidak hapal siapa namanya.

Tak berapa lama, anak itu kembali.

"Ibu ada anak kelas 8-6 lagi ngacak-ngacak sampah. Di depan jadi berantakan".

Mendengar itu, amarahku jadi terpancing. Aku menuju ke luar dan benar saja ada anak yang sedang mengeluarkan sampah dari tempatnya. Sebagian anak berlarian, tapi ada satu anak yg tertangkap basah.

Karena emosi, aku langsung memarahinya. Aku lihat mimik ketakutan di wajahnya. Tapi setan amarah sudah merasuki jiwaku. Tiba-tiba tanganku melayang spontan ke pipinya. Tapi anak itu berkelit sehingga tamparanku tidak mengenainya. Aku jadi semakin emosi. Aku renggut pakaiannya, dan tanganku melayang kembali ke pipinya. Aku merasakan jari tengahku sakit. Anak itu berlari ke kelasnya. Tiba-tiba...

Terdengar nyanyian selamat ulang tahun dari kelas 8-1. Aku jadi terpaku dan tubuhku bergetar menahan kesal. Berarti ini hanya sandiwara. Ya Allah.. Anak-anak tega benar ngerjain aku. Aku menangis dan aku meminta memanggil anak yang aku tampar tadi. Nama anak itu ternyata Akmal. Anak itu keluar dengan mata berkaca-kaca. Melihat ini dadaku jadi sesak. Aku tak sanggup lagi, akhirnya air mata ini jatuh juga di pipiku.

"Maafkan ibu ya. Ibu sudah berdosa menampar kamu. Mana yang sakit", tanyaku sambil menangis.

"Iya Bu. Ini yang sakit Bu". Anak itu menunjuk telinganya sambil menangis.

"Ya Allah, maafkan Ibu ya. Maaafff.. ", sambil aku usap telinganya yang sakit. Air mata Akmal mengalir dan aku peluk dianya.

"Akmal makasih ya sudah bantu sandiwara ini", kata anak kelas 8-1.

"Akmal udah atuh jangan nangis lagi", kata anak yang lainnya sambil mengusap pipinya Akmal.

"Kalian mah, tega deh. Ibu kan jadi berdosa sama Akmal".

"Habisnya Ibu dari tadi dipancing ga marah-marah. Akhirnya kita jadi punya ide begini deh".

"Kalian mah jahat ihh sama Ibu".

"Maafin kami ya Bu. Ini suprise buat Ibu. Suprise di hari ulang tahun Ibu. Selamat ulang tahun Ibu".

Mereka semua memeluk aku dan mengucapkan selamat. Aku jadi terharu dengan perlakuan mereka. Aku balas pelukan mereka dengan penuh kasih sayang. Moment ini langsung diabadikan. Aku ajak Akmal dan yang lainnya berfoto.

"Akmal masih marah dan sakit hati ga sama Ibu. Bagaimana telinganya masih sakit g? ".

"Ga Bu. Akmal ga marah kok. Telinga Akmal juga udah ga sakit".

"Alhamdulillah..makasih ya. Maafin Ibu ya".

"Iya Bu, sama-sama".

Kejadian itu sungguh membekas dalam hatiku. Ada suatu pembelajaran buat aku. Aku harus belajar mengendalikan emosi. Dan aku juga tidak boleh ringan tangan. Karena hal itu tidak baik dan melanggar HAM. Ingat itu ya..

Terimakasih buat kelas 8-1, kalian berhasil membuat ibu menangis. I love you semuanya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wowwww drama dadakan yg berakhir bahagia teriring derai air mata. Salam kenal dan barakallah

11 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali