Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Sentilan dari Pa Kyai

Sentilan dari Pa Kyai

"Mamah..ada undangan pengajian dari Om Ed di ruko ba'da magrib hari ini", teriak Bu Des kakak perempuan saya. Mamah adalah panggilan akrab saya yang diberikan sejak kakak saya memiliki anak. Saya langsung mengiyakan ajakan Bu Des.

Tak berapa suara adzan pun berkumandang. Saya segera berwudhu dan menunaikan sholat maghrib. Tak lupa saya mengajak buah hati saya yang paling kecil untuk ikut kegiatan pengajian. Tapi sayang sekali dia tidak mau dengan alasan banyak PR.

Ibu di atas rumah saya mulai berteriak memanggil-manggil nama saya. Rupanya ibu pun ingin ikut kegiatan pengajian ini. Akhirnya kami pun berangkat. Ibu mendapatkan tawaran dari pemuda yang baik hati untuk diantar dengan motornya. Sedangkan saya dan Bu Des berjalan kaki menuju rumah Om H. Ed (panggilan akrab terhadap adik sepupu saya) yang jaraknya kurang lebih 700 meter dari rumah saya.

Setibanya di depan ruko kami disambut dengan hangat oleh Om H.Ed. Dia kelihatan sangat senang sekali dengan kedatangan kami. Kebetulan pengajian ini perdana buatnya. Ketika kami datang ternyata tausiah sudah di mulai. Tausyiah di pimpin oleh Pak Kyai Encep. Saya sudah tidak asing lagi dengan wajah beliau. Karena beliau sering mengisi tausyiah di sekolah tempat saya mengajar.

Meteri tausyiah yang beliau sampaikan adalah tentang sifat Allah yaitu wujud yang artinya Allah itu ada. Saya yakin orang sudah pasti tahu dan anak Paud pun pasti tahu. Tapi makna tentang wujud yang beliau sampaikan begitu sangat menyentuh sekali. Walau tausyiah ini di iringi dengan suara riuhnya anak-anak balita yang ada di majelis, tidak membuat para pendengar menjadi terganggu. Kami terpaku dengan cara beliau menyampaikan tausyiahnya. Begitu menyentuh relung hati kami yang mendalam. Kami seolah dibukakan dengan segala dosa dan khilaf yang dilakukan selama ini.

Beliau juga membahas bagaimana mudhoratnya handphone. Beliau mengatakan manusia sekarang sudah banyak melupakan Al-Quran. Kita lebih banyak membuka dan membaca hp daripada Al-Quran. Padahal satu huruf Al-Quran yang kita baca pahalanya besar sekali yaitu 75 ganjaran yang akan Allah berikan kepada kita. Saya tersentil dengan ucapan beliau dan saya jujur mengakuinya. Saya malu sekali. Saya berniat akan hijrah setelah

Setibanya di rumah saya langsung menemui anak gadis saya. Saya menyampaikan apa yang saya dapat dari tausyiah tadi. Saya mengajaknya untuk bersama-sama hijrah. Alhamdulillah anak saya langsung mengiyakan. Saya langsung berwudhu dan menunaikan sholat isya. Dalam sajadah saya bersujud dan memohon ampunan. Karena saya sudah jauh dengan Allah. Saya sudah lama tidak melantunkan ayat-ayat Allah. Setelah itu saya ambil Al-Quran dan saya mulai melantunkan ayat-ayat Allah. Lidah ini terasa kelu dan kaku karena saya sudah lama tak melatihnya. Saya hanya melatihnya seminggu sekali yaitu setiap malam Jumat. Sungguh terlalu sekali. Saya sudah diperbudak oleh urusan dunia yang fana ini.

Ya Allah..ampuni hamba. Hamba ingin hijrah. Bukakanlah pintu maaf MU. Bimbinglah hamba agar selalu dalam dekapan Mu. Berkahilah setiap gerak dan langkah hamba. Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

super sekali terima kasih untuk pencerahannya

11 Feb
Balas

Iya Bu Sri sama2..

11 Feb

Luar biasa, lantunkan ayat2 Al quran setiap sebahis sholat meski hanya beberapa ayat, tapi istiqomah

11 Feb
Balas

Alhamdulillah Pa Guru sudah saya mulai tadi malam..semoga selalu istiqomah..aamiin

11 Feb

Jadi tersentil juga nich, bu Edit.

11 Feb
Balas

Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin. Baarokallah...Bunda.

11 Feb
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali