Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Selamat Jalan Guru Budi

Selamat Jalan Guru Budi

Meninggalnya Ahmad Budi Cahyono guru seni rupa di SMAN 1 Torjun sudah membuat gempar dunia pendidikan, termasuk saya yang melihat postingan di berbagai grup MGMP. Hati saya langsung terkoyak-koyak dan miris melihatnya. Begitu mudahnyakah seorang siswa menghilangkan nyawa seorang gurunya. Hanya karena teguran Guru Budi atas kenakalan yang dia lakukan.

“Ada apa dengan mu toh Nak..Kenapa sampai kau tega berbuat seperti itu?”. Setan apa yang telah merasuki jiwamu sehingga kau tega menganiaya gurumu sendiri. Hancur hati ini melihat tingkahmu itu Nak. Guru Budi yang seharusnya menjadi pengganti ayahmu di sekolah kini telah tiada. Guru Budi yang seharusnya menjadi panutan kini telah menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat pukulan dari siswanya sendiri.

Sungguh tragis cerita Guru Budi ini. Guru honor yang hanya berpenghasilan 600 ribu rupiah perbulan nya harus merenggang nyawa di tangan siswanya sendiri. Dengan penghasilan yang kecil itu, Guru Budi tak pernah berkata lelah dan bosan. Guru Budi tetap melaksanakan tugasnya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Dengan jiwa seninya Guru Budi telah banyak menghasilkan berbagai karya seni. Ketika saya melihat permainan biolanya yang diunggah di youtube hati saya langsung tersentuh. Tanpa terasa bulir perih mulai mengalir di pipi saya. Ya Allah..Guru Budi yang begitu ganteng, muda, pinter, dan multi talent harus secepat itu pergi meninggalkan dunia fana ini.

Dunia pendidikan harus kehilangan satu guru muda yang berprestasi. Guru Budi meninggalkan luka di hati istrinya yang kini tengah berbadan dua. Luka itu dibuat karena kelakuan siswanya. Semakin pilu hati ini melihatnya. “Lihatlah Nak..Apa yang telah kau perbuat!”. Kau telah merenggut ayah dari anak yang masih ada dalam kandungan”. “ Apakah ada rasa sesal yang mendalam dalam hatimu Nak?”. “Semoga ADA. Agar kau belajar arti kesalahan yang telah kau lakukan”.

Ingatlah Nak, teguran dan pukulan yang terkadang guru berikan itu adalah sebagai tanda kasih yang diberikan. Itu untuk mendidikmu agar kelak kau tidak menjadi cengeng dan manja.

Selamat jalan Guru Budi.

Kau adalah pahlawan.

Pahlawan tanpa tanda jasa.

Nama : Edit Kadila, S.Pd

Alamat : SMP YPC Cisarua Jl. Pasar Cisarua Gg Kertawijaya Desa Citeko Kec Cisarua-Bogor

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tulisan yang mengoyak jiwa, dan hati nurani seorang guru

04 Feb
Balas

Terimakasih Pa Guru..

04 Feb
Balas

Jadi sedih.

04 Feb
Balas

Iya Bu..

04 Feb

Beginikah caranya ikut kuis yang diumumkanPak Leck Murman itu?

04 Feb
Balas

Hehe..iya Bu.

05 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali