Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Lastarsi Berbagi Kasih

Lastarsi Berbagi Kasih

Minggu 7 Oktober 2018, adalah hari yang penuh dengan keberkahan. Aku dan teman-teman alumni IPB Lastarsi (Pengelola Kelestarian Reproduksi) 92, melakukan kegiatan berbagi kasih untuk anak-anak yatim dan janda.

Aku selama ini tidak tahu, kalau teman-temanku sudah tiada. Yang pertama adalah Ridwan yang meninggal dua tahun lalu. Dia meninggalkan dua orang anak dan seorang istri. Yang kedua adalah Cepy yang entah kini tinggal dimana keluarganya. Kami semua kehilangan kontak dengannya. Yang ketiga adalah Retno. Dia ditinggal suaminya dengan tiga orang anak.

Akhirnya dengan di prakarsai oleh Haris, kami menggalang donasi untuk teman-teman. Ide ini muncul ketika Haris menyantuni anak yatim di rumahnya. Dia teringat kalau masih ada teman di lastarsi yang juga harus disantuni.

Melalui grup wa yang sudah lama dibentuk, akhirnya Haris mengumpulkan donasi. Hanya beberapa teman saja yang merespon kegiatan ini. Alhamdulillah, dalam waktu satu minggu, akhirnya terkumpullah donasi itu.

Kami pun janjian untuk mengantarkan titipan dari teman-teman Lastarsi. Aku yang rencananya akan ke Bandung untuk menghadiri pernikahan anak teman terpaksa di batalkan. Selain alasan lokasinya yang jauh, badanku juga sepertinya tidak bisa diajak damai untuk bepergian jauh.

Hehe..

Waktu dan tempat janjian pun ditetapkan. Taman Kencana. Itu adalah tempat kami biasa nongkrong sewaktu jadi mahasiswa dulu. Aku sampai di lokasi telat 15 menit, karena jalanan yang macet. Maklum hari libur dan tanggal muda.

Aku mencari dimana teman-temanku menunggu. Akhirnya aku dikejutkan oleh munculnya Haris. Tak berapa lama Asri dan Muji pun datang. Aku bahagia sekali bisa bertemu dengan teman-teman alumni Lastarsi. Kami pun berpelukan. Hampir lama kami tidak pernah bertemu. Apalagi dengan Muji, sejak kami lulus tahun 1992 dulu. 10 menit berikutnya datanglah Umi, teman Lastarsi juga yang sudah sempat bertemu dua bulan yang lalu.

Kami pun segera meluncur menuju rumah Ridwan. Perjalanan ke rumahnya hanya 15 menit saja. Kami disambut oleh istrinya Ridwan. Perempuan itu terkejut ketika kami datang. Kami memperkenalkan diri, bahwa kami adalah teman almarhum.

Kami pun terlibat perbincangan. Kami meminta untuk memanggilkan anak-anaknya. Anak laki-laki muncul dari dalam ruangan. Kami terpana, karena anak itu persis sekali dengan almarhum. Kemudian di susul masuk anak perempuan cantik. Persis sekali dengan ibunya. Kami pun menyampaikan amanat dari teman-teman. Bahagia rasanya bisa berbagi dengan mereka. Walaupun hanya sedikit, yang terpenting adalah silaturahminya.

Perjalanan berikutnya adalah menuju rumah Retno. Walau harus berputar-putar mencari rumahnya kami pun tiba. Ketika kami tiba, sambutan dan pelukan hangat dari Retno membuatku terharu. Aku melihat Retno tidak berubah. Masih seperti 26 tahun yang lalu. Aku peluk kembali Retno. Alhamdulillah Ya Allah.. Hari ini begitu sangat berkah. Aku bisa bertemu lagi dengan teman-teman Lastarsiku.

Gelak dan tawa pecah di rumah Retno. Kami bercerita mengulang memory di waktu kami kuliah dan PKL. Tak terasa waktu semakin sore. Kami menyerahkan tanda kasih kepada Retno. Kemudian kami pun pulang dengan membawa cerita bahagia. Hari ini betul-betul membawa berkah. Semoga Allah memanjangkan usia kita, untuk bisa terus menjalin silaturahmi dan berbagi kasih. Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamin..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terharu menyimak kisah b Niken. Sangat menginspirasi. Semoga berkah

08 Oct
Balas

Terharu menyimak kisah b Edit, maksudnya.

08 Oct
Balas

Barokallah Bu, saya sampai terharu membacanya. Saya juga alumni IPB :)

07 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali