Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya

Lamunan Mega

Jantung Mega seakan berhenti berdetak, ketika mendengar suara orang masuk. Suara itu mirip sekali dengan Mas Doni kekasihnya. Suara Mas Doni yang begitu khas, lembut dan penuh kasih sayang.

Walau jarak pemisah yang begitu jauh Papua-Jakarta, tapi komunikasi sering terjadi melalui via telepon atau WA. Makanya ketika Mega mendengar suara itu, dia sangat terkejut sekali. Disangkanya Mas Doni hidup kembali.

Mega tak kuasa menahan tangisnya. Penyesalan yang dalam begitu membelenggu dirinya. Sejak berita kematian Mas Doni, Mega tidak berdaya sama sekali. Mega tak punya kemampuan untuk bisa melihat jasadnya Mas Doni. Kembali air mata mengalir di pipinya. Bunda nya tak tega melihat kondisi putrinya itu.

"Mega sayang..sudah dong jangan nangis terus. Yang sabar dan ikhlas ya Nak". Ucap Bunda sambil memeluk Mega.

Laki-laki yang disangka Mas Doni itu ternyata adalah perawat yang bertugas di rumah sakit itu. Wajahnya yang tampan dengan kumis tipis yang menghias semakin menambah ketampanannya. Tapi Mega tak peduli dengan ketampanannya itu. Pikiran Mega sedang menerawang jauh kepada kekasihnya.

Laki-laki tampan itu menghampiri Mega.

"Maaf ya Mba, saya tensi dulu ya?".

"Iya". Jawab Mega lemas.

Dengan cekatan dia memasang alat tensimeter itu ke tangan Mega. Sepertinya dia sudah lihai sekali.

"Seratus per tujuh puluh. Tensi Mba rendah sekali. Mba harus banyak beristirahat dan banyak makan sayur dan buah-buahan".

Mega tak menjawab perkataan laki-laki itu. Rupanya Mega sedang asyik dengan lamunannya.

"Iya Mas, terimakasih", jawab Bunda.

"Sama-sama Bu. Permisi, saya akan memeriksa pasien yang lain dulu". Kemudian laki-laki itu berlalu meninggalkan ruangan itu.

"Mega.Mega.. Ayo sayang makan dulu. Bunda suapin ya". Mega tidak menjawab, dia masih asyik dengan lamunannya. Tiba-tiba Mega tersenyum-senyum sendiri. Hal ini, membuat Bunda jadi khawatir. Tiba-tiba, plaakk!!.

(Bersambung)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Membuat penasaran! Hebat!

29 Sep
Balas

Aduuuhhh...Mega, jangan begitu nak, kuatkan imanmu. Yang sabar ...yaa. Bucan ini lho...dari kemarin bikin deg-degan aja. Lanjuuuttt...bucan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Sep
Balas

Siap Bunda. Bunda selalu sehat ya..

28 Sep

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali