Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya

Kaki yang Malang

Siapa yang tahu akan datangnya musibah. Tidak ada yang pernah tahu. Begitu juga kejadian yang menimpa saya tadi malam. Begini ceritanya..

Sekolah tempat saya mengajar yaitu di SMA, siswanya sering melakukan pengajian rutinan setiap seminggu sekali. Dengan cara berkeliling ke rumah siswa secara bergilir. Kali ini pengajian diadakan di rumah Yunengsih.

Pukul 5 sore sepulang mengajar saya langsung bersiap-siap membuat adonan pizza. Karena saya berniat akan membuat pizza untuk pengajian malam ini. Mata saya tak pernah lepas memandang jam dinding. Hati berkata apakah saya bisa berpacu dengan waktu?. Karena pengajian akan di mulai ba'da magrib. Tapi dengan cekatan akhirnya saya bisa menyelasaikan membuat dua loyang pizza. Alhamdulillah..

Bedug maghrib pun terdengar dan suara adzan berkumandang dari mesjid begitu indahnya. Segera saja saya berwudhu dan sholat maghrib. "ini Rian kemana ya, ko belum jemput", gumam saya dalam hati. Rian adalah siswa kelas 11 IPA yang biasa menjemput pengajian rutinan. Tapi yang dinanti tak kunjung tiba. Tak lama Ikhsan datang menjemput. Ikhsan adalah teman satu kelasnya Rian. "Loh Rian nya kemana ya?". "Rian nya mau besuk saudaranya sakit Bu", jawab Ikhsan. "Oh ya sudah. Ayo kita berangkat".

Sepanjang perjalanan hati saya merasa tidak enak. Selama dibonceng tak hentinya mulut ini membaca ayat kursi dan doa nurbuwat. Untuk menenangkan hati yang gelisah. Tiba-tiba braakk.. Aduuh sakit sekali Ya Allah. Kaki saya menyerempet body belakang mobil yang keluar dari arah taman safari. Langsung saja mobil itu berhenti dan supirnya melirik ke saya. Dan tukang ojeg yang mangkal pun bertanya apakah kaki saya tidak apa-apa. Saya tidak mau jadi ramai. Segera saja saya menyuruh Ikhsan untuk memacu motornya. Sementara kaki saya mulai berdenyut dan panas sekali rasanya.

Sesampainya di rumah Yunengsih saya meminta air hangat dan poslap. Saya kompres kaki saya yang mulai membengkak. Saya berusaha kuat dengan musibah ini. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian ini. Ini mungkin teguran. Dan saya harus lebih hati-hati lagi.

Pengajian pun berakhir dengan luka di kaki saya. Kaki yang malang. Sudah dua kali kaki kiri saya kena musibah. Pertama menabrak pembatas jalan ketika saya dibonceng suami, sekarang menabrak body mobil. Ya Allah..benar-benar menguji kesabaran dan kekuatan saya.

03022017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Balurin pake beras kencur, bu. Smg cepat sembuh ya

04 Feb
Balas

Balurin pake beras kencur, bu. Smg cepat sembuh ya

04 Feb
Balas

Iya Bu..sebenarnya kemarin waktu MGMP masih sakit. Tapi maksain..

04 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali