Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Insiden Penjemput Jemaah Haji

Insiden Penjemput Jemaah Haji

"Waduuuhh sakiiit", teriakku sambil memegangi jari telunjukku. Jari telunjukku jadi sasaran pintu toilet yang berada di mushola. Mushola itu terletak di kantor Pemda Cibinong. Aku menangis seperti anak kecil, air mata yang mengalir sudah tidak aku hiraukan lagi. Jari telunjukku mengeluarkan darah dan dagingnya terkelupas. Jariku mulai membengkak, perih dan berdenyut.

Kok bisa..

Saat itu ayah hendak ke toilet yang diantar kakakku laki-laki. Karena toilet bersama jadi gabung antara toilet laki-laki dan perempuan. Saat itu di ruangan antri banyak perempuan. Karena malu akhirnya kakakku menyuruh aku untuk memegang pintu toilet yang tidak bisa di tutup rapat. Saat itulah ayah dengan kerasnya mendorong pintu secara paksa. Tangan aku yang sedang memegang gagang pintu dengan jari telunjuk posisi agak kedalam terjepit. Untung saja jariku tidak putus. Padahal pintu toilet itu terbuat dari almunium.

Ingin rasanya aku marah, tapi tidak bisa. Lah wong ayahku. Lagi pula memang salah ayah juga. Ayah sudah tidak sabar dan marah-marah terus karena lama menunggu kakakku pulang dari haji.

Aku sudah mengatakan untuk tunggu di rumah saja. Kasihan dengan kakinya yang sakit. Untuk berjalan saja sudah tak kuat. Tapi ayah kekeuh pengen ikut. Akhirnya terjadilah insiden itu.

Anehnya ketika ayah keluar toilet, tak sedikitpun merasa bersalah apa lagi minta maaf. Ihh aku kesel banget deeh. Tapi yah mau berbuat apalagi, lah wong ayah begitu kok sifatnya sekarang. Mungkin ayah sudah mulai pikun juga. Hehe..

Ada-ada saja. Musibah itu datang bisa kapan saja ya. Mungkin ini adalah ujian buat aku. Semoga aku kuat dan sabar. Aamiin..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali