Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya

Guru Modal Nekat

Hari ini saya mendapat undangan untuk sosialisasi pembekalan Guru Berprestasi. Soasialisa akan diadakan besok hari Selasa, 13 Februari 2018 di hotel Bale Arimbi. Undangan itu sebenarnya belum sampai ke sekolah. Tapi saya mendapatkannya lewat grup MGMP. Saya langsung meminta ijin kepada kepala sekolah untuk minta dibuatkan surat tugas kepada bagian Tata Usaha (TU).

Saya sedih ketika respon dari kepala sekolah yang kurang mengapresiasi kepada saya. Tapi saya sudah paham dengan sikap kepala sekolah saya itu. Begitu pula dengan sikap teman-teman guru lainnya. Walau ada satu dua guru yang merasa peduli dengan kegiatan saya ini. Tapi saya tidak terlalu menganggap peduli dengan masalah ini.

Sebenarnya saya terlalu berani menghadapi kegiatan lomba ini. Saya terlalu kepedean. Saya sendiri jadi bertanya kepada diri saya sendiri. Apakah memang saya sudah berprestasi? Kemampuan apa yang saya punya. Saya hanya guru honor biasa. Saya juga bukanlah guru professional. Benar-benar guru nekat.

Tapi bukan “EDIT” namanya kalau ga nekat. Saya selalu tertantang untuk melakukan suatu hal yang baru. Yang diawali dari kegiatan kelas menulis sampai kelas editor di Jakarta, itu memang betul-betul nekat. Saya yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa dan tidak pandai merangkai kata-kata akhirnya bisa membuat sebuah buku. Itu merupakan satu kebanggaan untuk saya pribadi. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan CAR di Bogor, yang membuat saya penasaran dan jadi nekat juga. Dengan modal biaya sendiri saya ikuti kegiatan itu. Ada satu kepuasan tersendiri buat saya pribadi. Saya bisa lebih meningkatkan kompetensi diri saya. Sekarang dilanjutkan dengan kegiatan lomba Gupres, betul-betul guru nekat. Terlalu berani kau “EDIT”.

Ketika kegiatan ini di share di grup, ketua MGMP, dan pengawas serta teman-teman terdengar riuh mendukung saya dan teman yang lain untuk ikut lomba ini. Saya hanya tersenyum dan tertawa. Tapi saya yang punya modal nekat akhirnya mengiyakan. Sampai akhirnya saya beranikan diri mendaftar sendiri ke Disdik. Sedangkan teman yang lain namanya ada yang didaftarkan oleh kepala sekolahnya. Tapi itu tidak membuat saya jadi sedih kok. Karena saya tahu KS saya sedang sibuk.

“Guru Modal Nekat” itulah saya. tapi yang jelas kenekatan saya ini bisa meningkatkan kompetensi diri saya. Jangan pernah merasa rendah diri dan malu. Justru dengan ini semua , saya mendapatkan keberkahan. Saya bisa bersosialisasi dengan dunia luar. Mata dan jiwa saya jadi lebih terbuka. Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan orang-orang hebat di luar sana. Jangan pernah bicara tentang waktu dan uang. Yang paling penting adalah peningkatan kompetensi diri. Yang dampaknya nanti adalah anak didik kita. Semangaattt …

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hebat Bunda. Lanjutkan ....

13 Feb
Balas

Terimaksih, mohon doanya Pak Slamet

13 Feb

Ini mah nekatnya bermodal atuh...hehehe. Baarokallah...Bunda.

13 Feb
Balas

Aamiin Ya Allah..terimaksih Bu..

13 Feb

Hebat.. sukses selalu Dinda

13 Feb
Balas

Terimakasih Kanda..Aamiin Ya Allah

13 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali