Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
”Dawet Ayu Banjarnegara” Si Hijau Manis. (Kuis Pa Omank)

”Dawet Ayu Banjarnegara” Si Hijau Manis. (Kuis Pa Omank)

Ketika saya membuat artikel “SOTO PADANG” Pa Omank langsung berkomentar, “Seger sotonya. Masih di tunggu ulasan dawetnya”. Saya langsung menjawab, “Siap Pa Omank”. Padahal saya sendiri masih dilanda kebingungan ketika harus menjawab tantangan Pa Omank ini.

Ketika Pa Omank memberikan tantangan kuis untuk es dawetnya, saya mencari-cari informasi tentang si hijau manis ini. Sebab selama ini saya terus terang saja belum pernah mencoba Es Dawet Ayu Banjarnegara. Lah wong saya aja belum pernah kesana toh hehe..

Tapi saya jadi penasaran, sebenarnya Es Dawet Ayu Banjarnegara itu apa sih istimewanya. Kemudian saya mencari informasi kepada teman saya yang kebetulan orang jawa juga. Dia mengatakan bahwa es dawet ayu itu terbuat dari tepung beras . Kemudian penyajiannya ditambahkan larutan gula merah dan santan. Kemudian saya juga bertanya kepada teman saya yang orang Sunda. “Samakah dengan es cendol?”. Dia langsung menjawab “beda”. Dia bilang kalau es cendol itu terbuat dari tepung hunkwe walau penyajiannya sama seperti Es Dawet Ayu.

Tapi penjelasan teman-teman saya tidak membuat rasa penasaran saya berkurang. Akhirnya saya bertanya pada “Mbah Google”. Karena biasanya mbah google selalu bisa menjawab rasa penasaran saya. Ternyata penjelasan mbah, bahwa es dawet ayu dan es cendol memiliki perbedaan walaupun sama mirip dalam penyajiannya.

Perbedaan yang pertama adalah dari asal usulnya. Itu sih so pasti.. Kalau Es Dawet Ayu dari Banjarnegara sedangkan es cendol dari Bandung. Kedua, dari bahan pembuatannya. Kalau es dawet Banjarnegara terbuat dari tepung beras sedangkan es cendol dari tepung hunkwe. Ketiga, teksturnya. Kalau es dawet Barjarnegara teksturnya kenyal sedangkan es cendol teksturnya lembut. Keempat, proses percetakannya. Kalau es dawet Banjarnegara di cetak dengan perkakas dapur yang simple dan lancip sedangkan es cendol dengan alat pencetak cendol.

Langsung saja pikiran saya melayang pada kenangan di masa saya masih muda dulu. Saya pernah jalan-jalan ke Bandung tepatnya di pertokoan Elizabeth sekitar tahun 90 an di situ ada orang yang menjual minuman seperti es dawet itu. Tetapi orang-orang disana menyebutnya “Es Cendol Elizabeth”. Seger dan nikmat sekali. Apalagi bila di minum pada saat terik. Wiiihh…seger banget. Cendolnya yang gurih dan dibalut dengan larutan gula dan santan serta tambahan butiran es semakin mempercantik tampilannya. Makanya, seandainya saya ada kesempatan saya ingin mengulang kembali memori si hijau manis itu.

Ketika pikiran saya menerawang ke masa lampau tentang si hijau manis ini, saya berkata dalam hati, “Jangan-jangan dia adalah.. Es Dawet Ayu Banjarnegara!”. Waaw.. kalau betul berarti si hijau manis ini sudah melanglang buana sampai ke Bandung. Dan saya sudah pernah menikmatinya. Alhamdulillah..kalau itu benar.

Akan tetapi, agar rasa penasaran saya hilang bagaimana kalau seandainya Pa Omank yang memberikan tantangan ikut bagi-bagi Es Dawet Ayu Banjarnegara nya juga. Saya pasti tidak akan pernah menolaknya. Hehe..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ternyata seger juga ulasannya

10 Feb
Balas

Hehe..terimakasih Pa Omank. Masih lebih seger es dawet Pa Omank dong..

10 Feb

wahhhh.....penyajian yang segar sesegar dawet ayunya......

11 Feb
Balas

Terimakasih Bu Latifah..

12 Feb

Pasti dawetnya bu Edit lebih terasa he he

10 Feb
Balas

Hehe..Pa Guru bisa aja..

10 Feb

Jadi ingin mencicipi ....

10 Feb
Balas

Ayo Pak..minta di kirimi Pa Omank

10 Feb

Ya... Sy juga menyebutnya cendol bu

10 Feb
Balas

Iya Bu..jadi penasaran pengen buat sendiri

10 Feb

Di Medan juga ada es Cendol , dari tepung beras juga. Dawet ayu di Medan pun sdh banyak. Ntar saya ke Bpk Hafiz yg diinfokan oleh Pak Omank (belum sempat).Kayaknya cendol Medan sm dawet ayu saudaraan tapi lain Bapak lain Mamak...hehehe. Baarokallah...Bunda.

10 Feb
Balas

Hahaha...bisa aja. Aamiin Ya Allah..

10 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali