Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya

Bendera Kuning di Hati Mega

Suara keras yang terdengar dari kamar Mega membuat Bundanya terkejut dan berbalik menghampiri kamar putrinya.

"Mega.. Buka pintunya Nak. Kamu kenapa. Megaaa..!!

Bunda berteriak memanggil nama Mega, sambil sesekali mengetuk pintu. Tapi di dalam tidak ada sahutan. Hal ini semakin membuat perempuan lembut itu jadi panik.

"Bibiii.. Tolong Bi, Cepat kemari!"

Mendengar teriakan Bunda , si Bibi yang sudah setengah baya itu berlari dari ruangan belakang. Hampir saja dia menabrak vas bunga yang terletak di ruangan tamu.

"Astaghfirullloh.. Iya Bu.. Sebentar. Si Bibi menjawab dengan nafas terengah-engah.

"Bibi ayo bantu saya dobrak pintu ini. Mega ada di dalam Bi. Ibu takut Mega kenapa-kenapa".

Perempuan ini kelihatan tegang dan tubuhnya bergetar. Kemudian mereka berusaha mendobrak pintu. Tapi apa daya pintu tidak bergerak, karena tenaga mereka tak seimbang dengan pintu kamar yang kokoh itu. Terpaksa mereka meminta bantuan tetangga sebelah untuk mendobrak pintu itu.

Alhdulillah pintu pun terbuka. Tapi betapa terkejutnya mereka melihat Mega yang sudah tergelatak tak berdaya. Mega telah bersimbah darah. Rupanya dia ingin mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadinya. Langsung saja seorang tetangga memanggil ambulance. Mega pun di bawa ke rumah sakit.

Selama dalam perjalanan air mata deras mengalir dari pipi lembut itu. "Mega.. Kenapa kamu lakukan perbuatan bodoh ini Nak. Huhu..

Bunda tidak menyangka, begitu terlukanya hatimu. Ya Allah.. Selamatkan anakku Ya Allah. Lindungi dia Ya Allah. Huhu...".

Tiba-tiba denyut jantung Mega melambat. Perempuan itu terkejut dan berteriak sambil mengguncang tubuh Mega.

"Suster, tolong suster.. Ini anak saya kenapa. Ya Allah.. Mega bangun Nak. Megaa..!!.

Mega.. Jangan tinggalkan Bunda. Megaaa...!!.

(Bersambung)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali