Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Belajar Berbagi Sejak Dini

Belajar Berbagi Sejak Dini

Bencana banjir dan tanah longsor menimpa Cisarua. Mungkin alam mulai bosan dengan kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Hehe..seperti lagunya Ebiet G.Ade.

Ketika itu pukul 03.00 wib Senin 05 Februari 2018 hujan turun sangat derasnya disertai angin kencang. Suasana begitu sangat mencekam. Hati ini diliputi dengan perasaan takut. Seng genting rumah saya berbunyi dengan kencangnya. Saya membangunkan mantan pacar yang tidur disamping."Pih bangun. Mamah takut. Hujan dan angin besar sekali". "Iya Mah. Sudah jangan takut banyak berdoa saja.

Saya segera bangun dan berwudhu. Saya ambil sajadah dan bersujud memohon ampunan dan perlindungan dari Allah. Pagi harinya hujan tetap tak kunjung reda. Grup komite Paud sudah ramai membicarakan sekolah libur atau tidak. Saya terpaksa meliburkan sekolah paud. Apalagi sebagian orang tua ada yang memposting kalau rumahnya kena banjir. Ya Allah..bencana apa ini..

Pagi harinya pukul 09.00 wib saya mendengar berita dari keponakan bahwa di Puncak terjadi longsor. Dan jalur puncak di tutup sementara. Keemudian dibeberapa grup, saya juga mendapat postingan bencana banjir di Cisarua dan sekitarnya. Bergetar hati ini. Selama saya tinggal di Ciaarua belum pernah terjadi bencana banjir.

Saya akhirnya punya inisiaif untuk menggalang dana di sekolah paud saya. Saya menshare ide itu di grup komite. Mamah-mamah paud menyambut ide saya dengan senangnya.

Keesokan harinya Kamis 08 February 2018 saya sengaja datang ke sekolah Paud. Anak-anak paud berlarian menyambut saya. Sambil berteriak "BUNDA". Saya tersenyum melihat wajah lucu mereka yang polos. Mereka bertanya, "Bunda itu apa. Bunda itu buat apa. Bunda aku mau nyumbang". Saya tertawa dengan celoteh mereka.

Saya menyuruh anak-anak untuk berbaris. Setelah itu melakukan senam. Selesai senam saya mulai bercerita tentang musibah yang melanda Cisarua. Saya bertanya kenapa bisa banjir. Anak-anak menjawab, "karena hujan terus Bunda. Karena buang sampah sembarangan Bunda". Hehe..mereka pintar-pintar. Saya bertanya lagi, "Kasihan ga sama mereka?". Mereka serentak menjawab, "Kasihan Bunda".

Saya menjelaskan kalau kita harus berbagi sebagai ikut peduli terhadap mereka. Kemudian saya membawa kotak sumbangan. Anak-anak mungil itu langsung berlarian meminta uang ke mamahnya dan memasukkan uang itu ke kotak. Saya terharu sekali dengan sikap mereka. Terimakasih ya Nak..semoga Allah memberikan limpahan rezeki padamu. Bunda bangga padamu Nak..

Sore harinya uang hasil tanda kasih anak-anak saya serahkan kepada ketua himpaudi untuk diteruskan kepada masyarakat yang terkena bencana. Semoga berkah walau dari kami sedikit. Tapi yang terpenting saya sudah mengajarkan kepada anak-anak untuk ikut berbagi terhadap saudaranya yang terkena bencana.

Perjalanan resepsi ke Jakarta, 11022018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Setuju banget, dilatih sejak dini terbiasa sampai dewasa

11 Feb
Balas

Betul sekali Pak..

11 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali