Edit Kadila, S.Pd

Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Tapi saya ingin merangkai kata dalam hidup saya agar saya bisa lebih banyak berarti buat orang lain dengan ...

Selengkapnya
Aku Punya Cerita

Aku Punya Cerita

Setiap hari semua orang pasti ada cerita dalam kehidupan ini. Entah itu cerita sedih atau bahagia. Seperti hari ini, aku pun punya cerita. Aku tidak tahu, apakah yang aku ceritakan ini cerita sedih atau bukan. Karena aku menghadapi semuanya dengan penuh keikhlasan saja. Ceuk sunda na mah dibawa happy wae deh. Hehe.

Kegiatan seminar Pemanfaatan TIK di gedung Perpurnas hari ini berakhir pukul setengah 5 sore. Aku, Bu Dalia, Bunda Dahliawati dan Bu Mey berpisah dengan tujuan dan arah masing-masing. Ojeg online pesananku pun tiba. Aku berpisah dengan sahabat-sahabat literasiku. Bunda Dahliawati dan Bu Mey melepas kepergianku. Loh Bu Dalia kemana?. Bu Dalia sudah di jemput duluan oleh keponakannya dengan motor.

Supir ojeg membawaku pergi menyusuri jalanan kota Jakarta, ditemani oleh warna senja yang semakin meredup. Akhirnya aku sampai di tempat tujuan yaitu halte bis Slipi. Di tempat inilah aku akan menanti bis arah ke Ciawi.

Hari semakin gelap, terdengar suara adzan maghrib sayup-sayup. Aku agak mendekatkan posisi berdiriku dengan seorang security hotel. Hehe.. Takut bro. Maklum Jakarta kalau malam jadi mengerikan. Apalagi aku sendirian. Ihh.. Sereeem.

Bis yang aku tunggu tidak menunjukan tanda-tanda juga. Setiap bis yang lewat selalu ke arah Bogor. Aku jadi gelisah sementara jalanan semakin padat merayap. Waah kalau begini, bisa-bisa aku nginep di jalan nih. Ketika supir kondektur berteriak Bogor Bogor aku langsung menghentikannya dan naik. Yang terpikir olehku saat itu aku harus meninggalkan kota Jakarta.

Betul apa kata orang, Jakarta itu kalau hari biasa macet parah. Dan ini terbukti olehku. Waah..kalau begini aku bisa sampai jam berapa di rumah. Yang ada dipikiranku aku kasihan dengan orang-orang rumah. Pasti mereka khawatir sekali denganku. Apalagi aku dengar dari suami, kalau keluarga besarku ada acara datangnya calon besan kakakku. Weleehh weleeh..

Kembali lagi ke cerita perjalananku. Bis yang aku tumpangi ternyata bisa transit loh. Aku turun di rest area Cibubur. Dan katanya nanti akan ada bis yang ke arah Ciawi. Aku di beri tiket yang nanti ketika aku naik tidak kena cas lagi. Waktu itu ada tiga orang penumpang lagi yang turun yaitu satu orang ibu muda dan dua orang anak muda.

Ketika ada bis lewat jurusan Ciawi aku dan dua anak muda itu cepat-cepat naik. Ehh ga tahunya kami salah bis. Kami di usir dari bis itu. Ketika turun tiba-tiba.. Gubrak. Aku terkejut. Suara keras itu ternyata adalah anak muda yang tadi naik. Bobot badannya yang besar bersetubuh dengan jalanan aspal. Dengan susah payah dia dibangunkan oleh kondektur dan juga temannya. Aku langsung menanyakan kondisinya. Dia bilang baik-baik saja. Syukurlah.

Sudah hampir satu jam lebih aku menunggu, yang ditunggu tak juga ada. Teman yang turun denganku sudah naik bis yang lain dengan jurusan bogor lagi. Aneh ya. Kalau begitu ngapain turun atuh ya?. Mungkin karena kesabarannya sudah hilang barangkali ya. Hehe..

Sepertinya kesabaran aku pun mulai hilang nih. Tapi aku ga mau ambil resiko seperti temanku. Aku tetap naik yang arah ciawi tapi dengan bis yang berbeda. Walau aku harus kena cas lagi, tidak jadi masalah. Yang terpenting aku cepat sampai rumah.

Alhamdulillah, aku sampai dihabitatku kembali pukul 9 malam. Bahagia rasanya bisa kembali dalam keluarga kecilku. Terimakasih Ya Allah..Tholabul ilmi dan silaturahmi hari ini begitu indahnya. Semoga Allah selalu memberkahi. Aamiin..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali